🧪 Pengertian
Kromium (Cr) adalah unsur kimia logam transisi dengan nomor atom 24. Logam ini dikenal karena kilapannya yang mengkilap, tahan korosi, dan keras. Kromium banyak digunakan dalam pembuatan baja tahan karat, pelapisan logam (chroming), dan sebagai katalis dalam industri kimia. Selain itu, kromium juga memiliki peran penting dalam biologi manusia dalam bentuk senyawa trivalen (Cr³⁺) yang membantu metabolisme glukosa.
⚙️ Sifat Kromium
Wujud: logam padat berwarna abu-abu keperakan.
Titik leleh: 1907 °C.
Titik didih: 2671 °C.
Tahan korosi: sangat tahan terhadap oksidasi dan karat.
Keras dan rapuh: logam keras tapi agak rapuh.
🧠 Kegunaan Kromium
Industri logam: pelapisan kromium pada baja dan besi untuk mencegah korosi.
Pembuatan baja tahan karat (stainless steel).
Industri kimia: sebagai katalis dalam produksi senyawa organik.
Pewarna dan pigmen: senyawa kromium digunakan dalam cat dan kaca berwarna.
Nutrisi: senyawa Cr³⁺ berperan dalam metabolisme gula dan lipid tubuh manusia.
⚠️ Catatan Keselamatan
Senyawa kromium heksavalen (Cr⁶⁺) bersifat toksik dan karsinogenik, dapat menyebabkan iritasi kulit, gangguan pernapasan, dan risiko kanker jika terpapar.
Penanganan industri harus mematuhi prosedur keselamatan dan lingkungan.
🌟 Kesimpulan
Kromium adalah logam transisi yang keras, tahan korosi, dan mengkilap, banyak digunakan dalam industri logam, kimia, dan nutrisi. Meski memiliki manfaat luas, beberapa senyawa kromium bersifat berbahaya, sehingga penanganan yang aman sangat penting.